PDA

View Full Version : Jessy dan Andika



samaratungga
09-11-2009, 12:37 AM
Terdengar dering telepon di ruang kerja Andika. Pemuda itu mengangkat gagang telepon dan menempelkan di telinga kirinya.

"Ya, hallo. Ini kantor ABCD cawangan Bogor," kata Andika penuh semangat.Dan satu suara begitu merdu menyusup ke dalam telinganya.

"Selamat pagi Pak Andika, maaf mengganggu. Kami baru saja mengirim memorandum ke alamat e-mail kantor anda. Mohon di download ya pak? Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih."

Merdu nian suara dari seberang itu. Membuat semangat Andika semakin membara menempuh pagi ini. Baru kali ini dia mendengara suara demikian merdu.

"Baik mbak saya akan cek sebentar lagi. Tapi - mohon maaf - ini dengan siapa ya?" buru-buru Andika menjawab penuh penasaran. Dia tahu, operator Kantor Pusat ABCD di Jakarta adalah seorang lelaki tua, tapi mengapa suara wanita yang terdengar?

"Ini dengan Jessy. Saya operator baru ABCD menggantikan posisi Pak Wijaya untuk sementara. Sudah ya pak? Saya mahu menelepon cawangan ABCD di kota lain. Terima kasih," jawab wanita itu. Sumpah deh, suaranya memang merdu mendayu.

Andika menaruh gagang telepon kembali di atas meja, manakala suara Jessy masih tetap terngiang di telinganya.

Terus terang Andika bahagia mendengar suara itu. Dia belum punya pacar dan dia ingin - andai Tuhan berkenan - menjadikan Jessy pacarnya, meskipun dia belum pernah melihat macam mana rupa wanita itu.

***

Sebulan kemudian dalam Kantor Pusat ABCD di Jakarta, Jessy Hasanuddin tengah menatap layar komputer di ruang kerjanya. Kini gadis itu telah naik pangkat sebagai Chief Manager ABCD. Karirnya menanjak tajam. Entah macam mana dia boleh beruntung seperti itu. Mungkin dia sering salat malam. Jessy dibenarkan Manager bagi menerima karyawan baru di perusahaan itu.

Sesaat kemudian seorang pemuda masuk ke ruangan Jessy. Tanpa membazir masa Jessy melontarkan beberapa soalan pada pemuda itu. Terus pemuda itu memberi Jessy selembar borang yang telah dia isi.

Jessy menatap borang itu dengan seksama, seolah ingin mencari sebarang kesalahan dalam borang itu yang boleh membenarkannya bagi menolak apply pemuda itu.

Pada borang itu tertera data diri pemuda itu, mencakup nama, tempat lahir, tarikh lahir, agama, dan lainnya.

Namun pada ayat terakhir Jessy membaca,

Apa motivation anda bekerja di Kantor ABCD, dan jawaban pemuda itu tertera
"ingin mendengar suara Jessy setiap hari".

Jessy tersentak seperti tak percaya, mata hitamnya menyorot pemuda itu.

"Maaf, apa nama anda tadi?" tanya Jessy.

"Andika," jawab pemuda itu singkat saja.

Jessy membisu beberapa saat, terasa hening dalam ruangan itu. Suara detak jam seperti letupan meriam saja rasanya. Jessy teringat dan hatinya berbisik.

"Errm.. rupanya pemuda inilah pemilik suara merdu pada Kantor ABCD cawangan Bogor ketika itu. Pak Wijaya memang benar, pemuda ini tampan dan suaranya merdu."

Dua bulan kemudian, Jessy dan Andika menikah pada suatu siang yang panas. Jessy dan Andika tak sabar lagi menanti terbitnya purnama malam nanti. Mereka tak sedar, malam nanti purnama mesti tertunduk malu-malu mengintai mereka dari langit.

TAmat

pop
09-11-2009, 10:01 AM
hahaha
part last tuh lucu..
malu tp mahu..
wakakaka

samaratungga
10-13-2009, 11:48 AM
hahaha
part last tuh lucu..
malu tp mahu..
wakakaka

thank you...

pRincesS maLa...
10-13-2009, 11:53 AM
btol2 pop yg last 2 lwak ckit tp overall ok la..
cter dye short tp mnarik..
mala suka...
huhuhu....

samaratungga
10-16-2009, 03:43 PM
btol2 pop yg last 2 lwak ckit tp overall ok la..
cter dye short tp mnarik..
mala suka...
huhuhu....

aku tak ada self confidence apabila karang citer panjang2..
tapi kalau nak baca yg panjang tu sila :

http://forum.tentangcinta.com/showthread.php?t=2653

tajuknya Setangkai Mawar Merah